Penginapan Tua: Tamu yang Tak Pernah Pergi

Dita adalah seorang penulis yang selalu mencari tempat dengan suasana unik untuk menulis. Ketika mendengar tentang sebuah penginapan tua di Desa Waringin, ia langsung tertarik. Penginapan itu tampak angker, dengan cat dinding yang mengelupas dan jendela pecah yang hanya tertutup tirai tipis.

Saat memasuki penginapan, udara dingin menyambutnya meski di luar matahari bersinar terik. Ia mendapatkan kunci kamar nomor 5 dari penjaga penginapan, seorang pria tua yang hampir tidak berbicara.

Malam tiba, dan suasana semakin mencekam. Tepat pukul 2 pagi, suara langkah kaki terdengar di lorong. Dita, yang masih mengetik di laptopnya, merasa ngeri. Ia yakin bahwa ia adalah satu-satunya tamu di penginapan itu.

Langkah kaki semakin mendekat. Tiba-tiba, pintu kamar Dita terbuka perlahan, meski ia yakin telah menguncinya. Dalam kegelapan lorong, ia melihat sosok tinggi dengan tubuh kurus dan mata yang bersinar merah.

Dita membeku. Sosok itu berkata dengan suara yang terdengar seperti desis, “Selamat datang kembali, penghuni baru.”

Dita segera menyadari bahwa ia tidak akan pernah meninggalkan penginapan itu. Sosok itu adalah tamu pertama dan terakhir yang pernah tinggal di sana, dan kini ia menunggu tamu berikutnya untuk menggantikan tempatnya.






Comments

Popular posts from this blog

"Arwah di Desa Angker, Banyuwangi"

Rumah di Ujung Gang – Misteri Keluarga yang Menghilang

"Kebun Angker: Misteri Pohon Tua yang Menjerat Jiwa"